Hi, guest ! welcome to Yahoo!. | About Us | Contact | Register | Sign In
Tampilkan postingan dengan label GKII. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GKII. Tampilkan semua postingan

Profil Gereja Kristen Injil Indonesia (GKII)


Read More »
10.16 | 0 komentar

Profil Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII)

Gereja Kemah Injil Indonesia



Gereja Kemah Injil Indonesia
Logo Gereja Kemah Injil Indonesia.jpeg
Logo GKII
Klasifikasi Protestan
Pimpinan Gereja Pdt. Paul Paksoal, M.Div
Wilayah Penyebaran Indonesia
Situs web resmi Situs Resmi GKII
Perkembangan
Didirikan 10 September 1930 di Makassar, Sulawesi Selatan
Statistik
Anggota 507.083 orang
Gereja Kemah Injil Indonesia (disingkat GKII, dahulu KINGMI) adalah suatu kelompok gereja Kristen Protestan di Indonesia yang bermula dari Sulawesi Selatan.


Sejarah

Dr. R.A. Jaffray sama halnya dengan A.B. Simpson. Keduanya sama-sama keturunan Skotlandia, berkebangsaan Kanada, lahir dan dibesarkan dalam keluarga kristen, anggota Gereja Presbiterian. Keduanya juga sama-sama telah mendapat penglihatan khusus mengenai dunia – orang-orang yang belum percaya Yesus dan bertindak berdasarkan penglihatan mereka itu sehingga melalui pelayanan mereka, di kemudian hari beribu-ribu orang bertobat dan menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya.

Ketika masih muda, R.A. Jaffray pernah mendengar Simpson berkhotbah, dan saat itu juga Jaffray menyerahkan dirinya untuk siap pergi, melayani di luar negeri sebagai misionari (utusan injil). Kemudian Jaffray masuk Sekolah Alkitab Simpson dan setelah tamat serta mendapat pengalaman menggembalakan Jemaat, Jaffray memutuskan untuk memulai pelayanannya sebagai Misionari (Utusan Injil).

Surat Kabar GLOBE di Toronto, Kanada, melaporkan upacara pelantikan dan penahbisan yang diadakan pada tanggal 20 Januari 1896 sebagai berikut:
”Dr. Albert Benyamin Simpson dari New York telah mengambil bagian dalam kebaktian penahbisan dan pelantikan Robert Alexander Jaffray. Ia yang memimpin doa untuk utusan Injil yang akan pergi ke negeri Tiongkok ini. Suasana khdmat meliputi Bethel Chapel, Toronto, ketika tujuh orang Badan Pengurus Jemaat itu menunmpangkan tangan ke atas kepala duta Allah yang masih muda ini. Dengan kesungguhan hati Simpson menyerahkan Jaffray kepada Allah untuk pelayanan suci sebagai pendeta yang akan menggembalakan umatNya. Tidak sedikit di antara orang-orang yang hadir itu mengaminkan permohonan doa Simpson atas Jaffray, agar Tuhan memakai Jaffray bukan hanya untuk memenangkan pribadi-pribadi, tetapi juga bangsa-bangsa, bagi Kristus.”

Allah menjawab doa yang disampaikan oleh A.B. Simpson, pendiri C&MA ini melalui pelayanan yang dilaksanakan oleh Robert Alexander Jaffray, di kemudian hari.

Sejak dilantik menjadi utusan Injil pada tahun 1896, R.A. Jaffray melayani di Tiongkok Selatan selama kurang lebih 32 tahun; Jaffray mendirikan Chinese Foreign Mission Union (CFMU); berhasil menanam gereja; membangun sekolah Alkitab yang berpusat di Wuchouw dan membangun lembaga penerbitan khususnya untuk komunitas yang berbahasa Kanton (Cantonese). R.A. Jaffray mulai perjalanannya ke Indonesia (kepulauan Hindia Belanda) dan menjejakkan kakinya di Borneo (Kalimantan) pada tanggal 10 Februari 1928. Inilah perjalanan pertama Jaffray ke Indonesia untuk mengadakan Survey sekaligus memberitakan Injil.

Setelah kembali ke Tiongkok Selatan, maka untuk mewujudkan kerinduan Jaffray akan pelayanan dan tuaian yang sangat besar di Indonesia, terutama pelayanan yang diawalinya di Kalimantan – kota Samarinda dan Balikpapan dan sambil menunggu kedatangan para utusan C&MA yang sedang disiapkan di Amerika dan Kanada, maka pada bulan Februari 1929, Jaffray membawa dua hamba Tuhan yang diutus oleh CFMU, suatu organisasi penginjilan yang didirikan oleh Jaffray di Tiongkok Selatan yaitu: Yason S. Linn dan Paul R. Lenn – mereka adalah tamatan dari Wuchow Bible School - untuk membantu pelayanan yang dimulainya di kalangan orang Tionghoa di Kalimantan Timur dan kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Pada bulan Juni 1929, R.A. Jaffray pergi ke Saigon, Vietnam untuk menyambut kedatangan rombongan pertama utusan C&MA yang dikirim dari Amerika dan Kanada ke Indonesia. Pada tanggal 29 Juni 1929, rombongan yang terdiri dari: George dan Anna Fisk, Wesley dan Ruby Brill serta David Clench – tiba di Surabaya, Jawa Timur. Tak seorang pun yang menduga bahwa di kemudian hari betapa luasnya pekerjaan Tuhan yang dimulai oleh C&MA di Indonesia.

Setibanya di Surabaya, Jaffray yang fasih berbahasa Mandarin ini langsung mengadakan kontak dengan orang-orang Tionghoa. Keesokan harinya mereka mendapat kesempatan untuk melayani dalam kebaktian penginjilan di salah satu gereja Tionghoa (kemungkinan besar gereja inilah yang mendesak Jaffray untuk meminta agar dikirim seorang utusan injil. Penginjil T.H. Loh, lulusan Sekolah Alkitab Wuchow, dikirim dan menjadi CFMU/C&MA pertama ke pulau Jawa – menggembalakan jemaat Kanton di Surabaya itu). Menurut catatan Jaffray, waktu kebaktian penginjilan dilaksanakan, ada enam (6) pria yang menyerahkan diri untuk didoakan. Itulah buah sulung dari suatu panen besar yang nantinya akan dituai di beberapa tempat di Indonesia.

Tanggal 1 Juli 1929, Jaffray dan rombongan dari C&MA, berangkat ke Batavia (sekarang Jakarta) dengan kendaraan darat. Tanggal 4 Juli 1929 – Jaffray mengunjungi pejabat pemerintah Belanda di Jakarta. Jaffray menulis hasil kunjungannya sebagai berikut:
”wawancara kami dengan Konsul Zending (Kepala Dewan Pengutusan Injil) berjalan dengan lancar. Kami mengajukan permohonan agar diberi izin untuk melayani di Kalimantan dan Lombok (NTB). Kami sungguh mengucap syukur kepada Allah atas kerja sama yang baik dari Pemerintah Belanda. Seandainya mereka tidak mau memberi izin, secara manusia kami tidak dapat berbuat apa-apa di Indonesia.”

Sekembalinya ke Surabaya, para utusan Injil C&MA tersebut berpisah untuk memulai pelayanan masing-masing. Tanggal 19 Juli 1929 - David Clench berangkat ke Balikpapan, Kalimantan Timur; keluarga Wesley Brill ke Lombok, NTB; dan keluarga George Fisk ke Tarakan, Kalimantan Timur. Sedangkan R.A. Jaffray sendiri kembali ke Tiongkok Selatan.

R.A. Jaffray menyadari bahwa pelayanan C&MA di Indonesia tidak dapat berkembang hanya dengan diawasi dari jauh. Karena itu, Jaffray memutuskan untuk menetap di Indonesia. Keputusan ini, pada awalnya tidak mendapat dukungan dari C&MA, disebabkan karena C&MA yang berpusat di Amerika Serikat pada waktu itu sedang mengalami krisis finansial atau yang dikenal dengan Great Depression, dan mereka hanya merestui pembukaan pelayanan di Indonesia, namun tidak menjanjikan dukungan apapun. Visi Jaffray untuk Indonesia sudah bulat yaitu MENJANGKAU INDONESIA melalui Penginjilan, Pendidikan dan Penerbitan.
Untuk menetapkan pusat pelayanan yang tepat, Jaffray segera mempelajari peta. Ia melihat bahwa kota pelabuhan Makassar sangat strategis secara geografis. Jaffray membayangkan kota itu seperti sebuah poros roda yang jari-jarinya kelak memancarkan terang Injil ke seluruh pelosok nusantara atau tanah air Indonesia. Akhirnya, pada bulan September 1930, Jaffray pindah ke Makassar dan menetapkan Makassar sebagai Pusat "C&MA" atau "KEMAH INJIL" yang pertama. Kantornya di rumah kediaman Jaffray sendiri, di Jalan Daeng Tompo No. 8. Di tempat inilah Jaffray meletakan fondasi dan mengembangkan ”sayap Injil” – ke seluruh Indonesia – dari Sabang di Sumatera sebelah barat sampai ke Merauke di Irian Jaya (Papua) sebelah timur.

Badan Pengurus Pusat

  • Ketua umum : Pdt. Paul Paksoal, M.Div
  • Sekretaris umum : Pdt. Sebinus Luther, M.Th.[2]
  • Bendahara : Ari Moningka

Wilayah Pelayanan

GKII terbagi atas 11 Wilayah Pelayanan yang terdiri sebagai berikut:
  1. Wilayah Papua I berpusat di Jayapura; Ketua: Pdt. Karel Maniani, S.Th.
  2. Wilayah Papua II berpusat di Timika; Ketua Pdt. Niko Waker, S.Th
  3. Wilayah Papua III, berpusat di Enarotali; Ketua: Pdt. Yahuda Bunay, M.A.
  4. Wilayah Kalimantan Timur berpusat di Samarinda; Ketua: Pdt. Dhamus Imau, M.A.
  5. Wilayah Kalimantan Barat berpusat di Pontianak; Ketua: Pdt. Drs. Senan Beriang, M.Th.
  6. Wilayah Kalimantan Tengah/Selatan berpusat di Muara Teweh; Ketua: Pdt. Sukardi Ganan, S.Th.
  7. Wilayah Kalimantan Utara berpusat di Tarakan; Ketua: Pdt. Lasung Yused, M.Th.
  8. Wilayah Sulawesi Utara berpusat di Manado, Ketua: Pdt. Berty Kambey, M.A.
  9. Wilayah Indonesia Timur I berpusat di Makassar; Ketua: Pdt. Evan R. Kamasi, S.Th
  10. Wilayah Indonesia Timur II berpusat di Kupang; Ketua: Pdt. Zadrak Dupe, MA
  11. Wilayah Jawa Sumatera berpusat di Jakarta Utara; Ketua: Pdt. Philipus Kading, M.Th.

Sekretariat

Jalan Jambrut Kramat VIII No. 24
JAKARTA PUSAT 10430
Telp. 319.02510; Fax . 314.2148
Website: www.kemah-injil.org
Email: bphp@kemah-injil.org, gkiipusatjkt@yahoo.co.id

Statistik

  • Daerah Pelayanan : 90 Daerah
  • Jumlah Jemaat : 2.455 Jemaat;
  • Pos Penginjilan : 998 Pos;
  • Penganut : 507.083 Jiwa
  • Pekerja aktif : 3.161 Orang (Pendeta 2.187 – Vicaris 216 – Evangelis 2.758).

Referensi

Pranala Luar


Read More »
10.07 | 0 komentar

Website Gereja Kemah Injil (KINGMI) Jemaat Ebenhaezer Klasis Walak Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua


.:: Dari Gembala Sidang ::.
.:: Dari Gembala Sidang ::.

Dengan diluncurkannya website Gereja Kemah Injil (KINGMI) Jemaat Eben-Haezer Klasis Walak Kecamatan Asologaima Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua yang diberi nama www.kingmi-ebenhaezer.tk, kami mengajak semua umat kristiani di seluruh Tanah Air untuk bersyukur kepada Tuhan atas rahmatNya yang memungkinkan kita menggunakan tekhnologi komunikasi seperti ini untuk melayani Dia.

Dengan berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi (iptek), maka berkembang pula pola pikir masyarakat. begitu pula dengan cara ataupun metode yang dipakai dalam pelayanan dewasa ini.

Salah satu bentuk pelayanan yang dapat kami berikan, yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan dan tekhnologi tersebut adalah dengan diluncurkannya website ini. Dengan harapan bahwa lewat website ini banyak orang diberkati dan banyak jiwa diselamatkan untuk kemuliaan dan kebesaran Nama Tuhan.


Pada akhirnya doa dan harapan kami ialah agar kiranya media komunikasi ini dapat digunakan semaksimal mungkin, bagi kemajuan bersama dalam mengabdi dan melayani kepada Tuhan.


Jayawijaya,     25 Agustus 2014

 

Pdt. Saul Kilungga

Read More »
08.04 | 0 komentar

Profil Gereja Kristen Injili Indonesia (GKII)

Gereja Kristen Injili Indonesia

Untuk kegunaan lain dari GKII, lihat Gereja Kemah Injil Indonesia.
Gereja Kristen Injili Indonesia
Logo GKII.png
Logo GKII
KlasifikasiProtestan
Pimpinan GerejaKetua Umum Pdt. David Susilo Pranoto, M.Th
Wilayah PenyebaranIndonesia
Perkembangan
Didirikan1938 di Bengkulu
Statistik
Anggota4.000 jiwa
Gereja Kristen Injili Indonesia (disingkat GKII) adalah gereja Protestanyang berpusat di di Training Centre GKII, Jl. Raya Curup, Lubuk Linggau Km. 16 No. 98, Karang Jaya Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

Sejarah

GKII dirintis oleh seorang misionaris utusan CMA, Pdt. Hubert Mitchael, yang melayani di Suku Anak Dalam, Lubuk Linggau. Ia dibantu oleh Ferdinand Lumbantobing, dan berhasil mendirikan gereja pada tahun 1938 dengan jumlah anggota mula-mula 21 jiwa. Oleh CMA pelayanan diserahkan ke WEC. Kemudian dirintislah penginjilan ke Curup Bengkulu dan membentuk persekutuan yang diberi nama Persekutuan Injili Internasional. Dari Curup, pelayanan bergerak ke Sekojo, Palembang, dan Pdt. K.G. Williams melayani di Suku Anak Dalam Belah Batu Rupit. Tahun 1967 nama gereja ini diubah menjadi Gereja Kristen Injili Indonesia dan berpusat di Palembang.

Pimpinan Pusat

Pimpinan Pusat GKII :
  • Ketu Umum : Pdt. David Susilo Pranoto, M.Th
  • Sekretaris Umum  : Pdt. Trisno Kurniadi, MA,M.Th

Mitra

GKII merupakan anggota dari Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).

Referensi

Lihat pula

Pranala luar


Read More »
06.52 | 0 komentar

Profil Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII)

Gereja Kemah Injil Indonesia

Gereja Kemah Injil Indonesia
Logo Gereja Kemah Injil Indonesia.jpeg

 Logo GKII
Klasifikasi Protestan
Pimpinan Gereja Pdt. Paul Paksoal, M.Div
Wilayah Penyebaran Indonesia
Situs web resmi Situs Resmi GKII
Perkembangan
Didirikan 10 September 1930 di Makassar, Sulawesi Selatan
Statistik
Anggota 507.083 orang
Gereja Kemah Injil Indonesia (disingkat GKII, dahulu KINGMI) adalah suatu kelompok gereja Kristen Protestan di Indonesia yang bermula dari Sulawesi Selatan.


Sejarah

Dr. R.A. Jaffray sama halnya dengan A.B. Simpson. Keduanya sama-sama keturunan Skotlandia, berkebangsaan Kanada, lahir dan dibesarkan dalam keluarga kristen, anggota Gereja Presbiterian. Keduanya juga sama-sama telah mendapat penglihatan khusus mengenai dunia – orang-orang yang belum percaya Yesus dan bertindak berdasarkan penglihatan mereka itu sehingga melalui pelayanan mereka, di kemudian hari beribu-ribu orang bertobat dan menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya.
Ketika masih muda, R.A. Jaffray pernah mendengar Simpson berkhotbah, dan saat itu juga Jaffray menyerahkan dirinya untuk siap pergi, melayani di luar negeri sebagai misionari (utusan injil). Kemudian Jaffray masuk Sekolah Alkitab Simpson dan setelah tamat serta mendapat pengalaman menggembalakan Jemaat, Jaffray memutuskan untuk memulai pelayanannya sebagai Misionari (Utusan Injil).

Surat Kabar GLOBE di Toronto, Kanada, melaporkan upacara pelantikan dan penahbisan yang diadakan pada tanggal 20 Januari 1896 sebagai berikut:

”Dr. Albert Benyamin Simpson dari New York telah mengambil bagian dalam kebaktian penahbisan dan pelantikan Robert Alexander Jaffray. Ia yang memimpin doa untuk utusan Injil yang akan pergi ke negeri Tiongkok ini. Suasana khdmat meliputi Bethel Chapel, Toronto, ketika tujuh orang Badan Pengurus Jemaat itu menunmpangkan tangan ke atas kepala duta Allah yang masih muda ini. Dengan kesungguhan hati Simpson menyerahkan Jaffray kepada Allah untuk pelayanan suci sebagai pendeta yang akan menggembalakan umatNya. Tidak sedikit di antara orang-orang yang hadir itu mengaminkan permohonan doa Simpson atas Jaffray, agar Tuhan memakai Jaffray bukan hanya untuk memenangkan pribadi-pribadi, tetapi juga bangsa-bangsa, bagi Kristus.”

Allah menjawab doa yang disampaikan oleh A.B. Simpson, pendiri C&MA ini melalui pelayanan yang dilaksanakan oleh Robert Alexander Jaffray, di kemudian hari.
Sejak dilantik menjadi utusan Injil pada tahun 1896, R.A. Jaffray melayani di Tiongkok Selatan selama kurang lebih 32 tahun; Jaffray mendirikan Chinese Foreign Mission Union (CFMU); berhasil menanam gereja; membangun sekolah Alkitab yang berpusat di Wuchouw dan membangun lembaga penerbitan khususnya untuk komunitas yang berbahasa Kanton (Cantonese). R.A. Jaffray mulai perjalanannya ke Indonesia (kepulauan Hindia Belanda) dan menjejakkan kakinya di Borneo (Kalimantan) pada tanggal 10 Februari 1928. Inilah perjalanan pertama Jaffray ke Indonesia untuk mengadakan Survey sekaligus memberitakan Injil.

Setelah kembali ke Tiongkok Selatan, maka untuk mewujudkan kerinduan Jaffray akan pelayanan dan tuaian yang sangat besar di Indonesia, terutama pelayanan yang diawalinya di Kalimantan – kota Samarinda dan Balikpapan dan sambil menunggu kedatangan para utusan C&MA yang sedang disiapkan di Amerika dan Kanada, maka pada bulan Februari 1929, Jaffray membawa dua hamba Tuhan yang diutus oleh CFMU, suatu organisasi penginjilan yang didirikan oleh Jaffray di Tiongkok Selatan yaitu: Yason S. Linn dan Paul R. Lenn – mereka adalah tamatan dari Wuchow Bible School - untuk membantu pelayanan yang dimulainya di kalangan orang Tionghoa di Kalimantan Timur dan kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Pada bulan Juni 1929, R.A. Jaffray pergi ke Saigon, Vietnam untuk menyambut kedatangan rombongan pertama utusan C&MA yang dikirim dari Amerika dan Kanada ke Indonesia. Pada tanggal 29 Juni 1929, rombongan yang terdiri dari: George dan Anna Fisk, Wesley dan Ruby Brill serta David Clench – tiba di Surabaya, Jawa Timur. Tak seorang pun yang menduga bahwa di kemudian hari betapa luasnya pekerjaan Tuhan yang dimulai oleh C&MA di Indonesia.

Setibanya di Surabaya, Jaffray yang fasih berbahasa Mandarin ini langsung mengadakan kontak dengan orang-orang Tionghoa. Keesokan harinya mereka mendapat kesempatan untuk melayani dalam kebaktian penginjilan di salah satu gereja Tionghoa (kemungkinan besar gereja inilah yang mendesak Jaffray untuk meminta agar dikirim seorang utusan injil. Penginjil T.H. Loh, lulusan Sekolah Alkitab Wuchow, dikirim dan menjadi CFMU/C&MA pertama ke pulau Jawa – menggembalakan jemaat Kanton di Surabaya itu). Menurut catatan Jaffray, waktu kebaktian penginjilan dilaksanakan, ada enam (6) pria yang menyerahkan diri untuk didoakan. Itulah buah sulung dari suatu panen besar yang nantinya akan dituai di beberapa tempat di Indonesia.

Tanggal 1 Juli 1929, Jaffray dan rombongan dari C&MA, berangkat ke Batavia (sekarang Jakarta) dengan kendaraan darat. Tanggal 4 Juli 1929 – Jaffray mengunjungi pejabat pemerintah Belanda di Jakarta. Jaffray menulis hasil kunjungannya sebagai berikut:

”wawancara kami dengan Konsul Zending (Kepala Dewan Pengutusan Injil) berjalan dengan lancar. Kami mengajukan permohonan agar diberi izin untuk melayani di Kalimantan dan Lombok (NTB). Kami sungguh mengucap syukur kepada Allah atas kerja sama yang baik dari Pemerintah Belanda. Seandainya mereka tidak mau memberi izin, secara manusia kami tidak dapat berbuat apa-apa di Indonesia.”

Sekembalinya ke Surabaya, para utusan Injil C&MA tersebut berpisah untuk memulai pelayanan masing-masing. Tanggal 19 Juli 1929 - David Clench berangkat ke Balikpapan, Kalimantan Timur; keluarga Wesley Brill ke Lombok, NTB; dan keluarga George Fisk ke Tarakan, Kalimantan Timur. Sedangkan R.A. Jaffray sendiri kembali ke Tiongkok Selatan.

R.A. Jaffray menyadari bahwa pelayanan C&MA di Indonesia tidak dapat berkembang hanya dengan diawasi dari jauh. Karena itu, Jaffray memutuskan untuk menetap di Indonesia. Keputusan ini, pada awalnya tidak mendapat dukungan dari C&MA, disebabkan karena C&MA yang berpusat di Amerika Serikat pada waktu itu sedang mengalami krisis finansial atau yang dikenal dengan Great Depression, dan mereka hanya merestui pembukaan pelayanan di Indonesia, namun tidak menjanjikan dukungan apapun. Visi Jaffray untuk Indonesia sudah bulat yaitu MENJANGKAU INDONESIA melalui Penginjilan, Pendidikan dan Penerbitan.
Untuk menetapkan pusat pelayanan yang tepat, Jaffray segera mempelajari peta. Ia melihat bahwa kota pelabuhan Makassar sangat strategis secara geografis. Jaffray membayangkan kota itu seperti sebuah poros roda yang jari-jarinya kelak memancarkan terang Injil ke seluruh pelosok nusantara atau tanah air Indonesia. Akhirnya, pada bulan September 1930, Jaffray pindah ke Makassar dan menetapkan Makassar sebagai Pusat "C&MA" atau "KEMAH INJIL" yang pertama. Kantornya di rumah kediaman Jaffray sendiri, di Jalan Daeng Tompo No. 8. Di tempat inilah Jaffray meletakan fondasi dan mengembangkan ”sayap Injil” – ke seluruh Indonesia – dari Sabang di Sumatera sebelah barat sampai ke Merauke di Irian Jaya (Papua) sebelah timur.

Badan Pengurus Pusat

  • Ketua umum : Pdt. Paul Paksoal, M.Div
  • Sekretaris umum : Pdt. Sebinus Luther, M.Th.
  • Bendahara : Ari Moningka

Wilayah Pelayanan

GKII terbagi atas 11 Wilayah Pelayanan yang terdiri sebagai berikut:
  1. Wilayah Papua I berpusat di Jayapura; Ketua: Pdt. Karel Maniani, S.Th.
  2. Wilayah Papua II berpusat di Timika; Ketua Pdt. Niko Waker, S.Th
  3. Wilayah Papua III, berpusat di Enarotali; Ketua: Pdt. Yahuda Bunay, M.A.
  4. Wilayah Kalimantan Timur berpusat di Samarinda; Ketua: Pdt. Dhamus Imau, M.A.
  5. Wilayah Kalimantan Barat berpusat di Pontianak; Ketua: Pdt. Drs. Senan Beriang, M.Th.
  6. Wilayah Kalimantan Tengah/Selatan berpusat di Muara Teweh; Ketua: Pdt. Sukardi Ganan, S.Th.
  7. Wilayah Kalimantan Utara berpusat di Tarakan; Ketua: Pdt. Lasung Yused, M.Th.
  8. Wilayah Sulawesi Utara berpusat di Manado, Ketua: Pdt. Berty Kambey, M.A.
  9. Wilayah Indonesia Timur I berpusat di Makassar; Ketua: Pdt. Evan R. Kamasi, S.Th
  10. Wilayah Indonesia Timur II berpusat di Kupang; Ketua: Pdt. Zadrak Dupe, MA
  11. Wilayah Jawa Sumatera berpusat di Jakarta Utara; Ketua: Pdt. Philipus Kading, M.Th.

Sekretariat

Jalan Jambrut Kramat VIII No. 24
JAKARTA PUSAT 10430
Telp. 319.02510; Fax . 314.2148
Website: www.kemah-injil.org
Email: bphp@kemah-injil.org, gkiipusatjkt@yahoo.co.id

Statistik

  • Daerah Pelayanan : 90 Daerah
  • Jumlah Jemaat : 2.455 Jemaat;
  • Pos Penginjilan : 998 Pos;
  • Penganut : 507.083 Jiwa
  • Pekerja aktif : 3.161 Orang (Pendeta 2.187 – Vicaris 216 – Evangelis 2.758).

Referensi

Pranala Luar


Read More »
06.43 | 0 komentar